| Abstrak |
: |
Berdasarkan ketentuan Pasal 66A ayat (1) UU No. 39/2007 tentang Cukai dan PMK No. 215/PMK.07/2021 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT, Kabupaten Situbondo sebagai penerima DBHCHT perlu menetapkan pedoman penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) guna mendukung program pembinaan lingkungan sosial, pengurangan dampak inflasi, peningkatan daya beli masyarakat, dan pengentasan kemiskinan. Oleh karena itu, ditetapkan Perbup tentang Tata Cara Penyaluran BLT yang bersumber dari DBHCHT.
Dasar hukumnya adalah Pasal 18 ayat (6) UUD 1945, UU No. 11/1995 jo. UU No. 39/2007, UU No. 12/2011 jo. UU No. 13/2022, UU No. 23/2014 jo. UU No. 6/2023, UU No. 12/2023, PP No. 28/1972, PP No. 12/2017, PP No. 12/2019, Permendagri No. 77/2020, PMK No. 215/PMK.07/2021, Perda Kab. Situbondo No. 8/2016 jo. Perda No. 5/2021, serta Perbup No. 7/2022.
Peraturan ini mengatur sasaran dan kriteria penerima BLT (buruh tani tembakau, buruh pabrik rokok, buruh yang terkena PHK, serta masyarakat miskin dan rentan), mekanisme identifikasi, pendataan, verifikasi, dan validasi penerima berbasis NIK, penyaluran BLT selama 3 bulan secara non tunai melalui rekening bank penyalur, kewajiban pertanggungjawaban penerimaan bantuan, pengawasan, monitoring dan evaluasi, pembiayaan dari APBD melalui pos belanja DBHCHT, mekanisme pengaduan masyarakat, serta sanksi administratif bagi penerima atau pemberi data yang tidak benar.
|